Filosofi Dan Makna Tumpek Landep

Sabtu 27 Oktober 2018

Tumpek berarti tampek atau dekat dan Landep yg berarti tajam. Filosofinya merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran). Shg selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dgn landasan nilai² agama shg mampu menekan perilaku buthakala yg ada di dlm diri.

Dijelaskan, Tumpek Landep merupakan hari raya pemujaan kpd Sang Hyang Siwa Pasupati sbg Dewanya Taksu.

Jadi, stlh memperingati Hari Raya Saraswati sbg perayaan turunnya ilmu pengetahuan, umat memohonkan agar ilmu pengetahuan tersebut bertuah atau memberi ketajaman pikiran dan hati.

Pd rerainan Tumpek Landep jg dilakukan upacara pembersihan dan penyucian aneka Pusaka Leluhur seperti Keris, Tombak dan sbgnya shg masyarakat awam sering menyebut Tumpek Landep sbg _Otonan Besi_.

Namun seiring perkembangan jaman, makna tumpek landep menjadi bias dan semakin menyimpang dari makna sesungguhnya.

Skrg ini masyarakat justru memaknai Tumpek Landep lebih sbg upacara utk motor, mobil serta peralatan kerja dari besi. Sesungguhnya ini sangat jauh menyimpang.

Boleh saja pd rerainan Tumpek Landep melakukan upacara terhdp motor, mobil dan peralatan kerja namun jgn melupakan inti dari pelaksanaan Tumpek Landep itu sendiri yg lebih menitik beratkan agar umat selalu ingat utk mengasah pikiran (manah), budhi dan citta.

Dgn manah, budhi dan citta yg tajam diharapkan umat dpt memerangi kebodohan, kegelapan dan kesengsaraan.

Rahayu sareng sami semeton tiang
Rahajeng rahina Tumpek Landep

Night for Firewalker

 

Firewalk Jayeng Saputra

Night for Firewalker

Yess… Yesss… Yess…!! Saya…. bisa
saya…..bisa saya…. bisa!!!

Begitu kata2 yg keluar dari para peserta trening malam ini di Best Foundation ( Bali Eling Spirit ) Uma Dawa Pejeng – Bali

Yayasan Bali Eling Spirit terbentuk dan didirikan 2 bersaudara Ngurah Sudarma dan Gusti Jayeng Saputra yang bersama2 memiliki misi untuk membangun Spirit Of Bali Menjadi tetap Bali! Dengan menyungsung konsep Tri Hita Karana.

Saat pembukan telah dihadiri oleh puluhan pandita, para praktisi, ketua PHDI pusat, camat, prebekel serta perangkat desa, kapolsek, masyarakat setempat dan beberapa undangan!

Malam ini adalah malam ke 20 dari 21 hari masa karantina para peserta calon guru Baliyogamaster yang akan menjadi pembingbing, tuntunan dan cahaya terang bagi orang Bali, bahkan di kancah internasional yang memiliki tujuan mendalami ilmu pengetahuan dan praktek yoga.

Berbagai konsep pengajaran dikemas sedemikian rupa selama 21 hari untuk menghasilkan jiwa dan roh sang Master bangkit dari masing2 peserta ( unleasse the power within ) yang nantinya siap melayani dan memperdayakan masyarkat Bali bahkan Dunia untuk bisa memahami dan tetap menjaga keutuhan hukum2 alam yang begitu sempurna ini.

Firewalk ini bukanlah atraksi berjalan diatas api yg tujuanya memamerkan kekuatan, mohon digaris bawahi, tapi lebih pada alat/tool yg digunakan untuk mengubah dan merevolusi mental2 block negatif dalam diri setiap pesertanya.

Banyak kegagalan dalam kehidupan yang tidak sedikit penyebabnya karena alasan ketakutan
( Fear ) False Evidence Appearing Real atau bisa berarti Fuck Everything and Run.

Malam ini 13 peserta berhasil melawan ketakutanya.

Selamat……..!!

Salah satu feedback dari mereka menyatakan seperti sebuah mimpi dan belum yakin ternyata ada dunia pengajaran yang seperti ini di Bali.
Cara berpikir dan memandang kehidupan sangat berbeda sekarang, semua bentuk ketakutan, kekawatiranya, yang telah melekat selama 30th lepas hanya dengan sehari pada malam ini tentunya diikuti 20h yg lain.

Bali yoga master akan menyelengarakan trening for yoga master ini 3x setahun dan max peserta dibatasi hanya 20 orang saja!

Bagi anda yang memiliki kepercayaan lebih, dalam berinvestasi waktu dan uang anda di kepala keatas, ini salah satu tempat yang pantas untuk di kunjungi dan di cari informasinya lebih lanjut hal apa yang mereka ajarkan disini dan bisa anda pelajari.

Perlu diingat kekuatan alam semesta akan selalu mengumpulkan orang2 yg memiliki frequesi dan energi yg sama.

See you there!!

www.baliyogamaster.com

Life By Design

Gusti Jayeng saputra

Ada dua cara menjalani hidup

Pertama menjalani hidup seperti biasa apa adanya
Kedua menjalani hidup seperti apa yang diimpikan
Perbedaan mereka yang menjalani hidup yang diimpikan dengan mereka yang tidak adalah ketika dihadapkan pada proses. Mereka yang berhasil meraih hidup sesuai dengan impianya adalah mereka yang mampu menjalani proses setahap demi setahap, hingga apa yang diimpikanya terwujud.
mereka bukan sekedar ber-keinginan, tapi mereka berkomitmen terus melaju dengan Mindset yang positif. adapun mereka yang mundur seketika dari proses mereka akan kehilangan kesempatan dalam mencapai kenaikan kelas dalam kehidupan sesuai apa yang diimpikanya.
Trening kali ini saya membahas lebih banyak tentang Life By Design. kesimpulan dari materi ini adalah
“waktu yang terbaik adalah waktu yang kita gunakan untuk berpikir, merencanakan dan menstrategy jalannya kehidupan”
sebelum kita menggunakan waktu itu penting sekali kita membahas yang namanya “The Life Purpose” tujuan besar kehidupan kita / tugas hidup kita.
Stephen covey mengatakan”begin with the end in mind” mulailah dari tujuan akhir didalam pikiran anda.
Sama seperti membangun rumah, hal pertama kita harus membayangkan bentuk saat rumah itu sudah selesai, setelah itu baru kita merancang blueprintnya, baik orek2 sendiri ataupun mengajak seorang arsitek dalam menuliskan dan menggambarkan hasil akhirnya. setelah itu barulah mulai anda membangun secara pisik.

sama seperti membangun rumah, hal pertama kita harus membayangkan bentuk saat rumah itu sudah selesai, setelah itu baru kita merancang blueprintnya, baik orek2 sendiri ataupun mengajak seorang arsitek dalam menuliskan dan menggambarkan hasil akhirnya. setelah itu barulah mulai anda membangun secara pisik.

banyak sekali kasus dimana pembagunan rumah tanpa perencanaan yang matang kehilangan banyak biaya, waktu bahkan hasil tidak sesuai dengan harapan.
begitu juga dengan kehidupan yang lebih rumit dan panjang ini?
bisa dibayangkan jika tidak kita rencanakan dan strategy dengan baik apa jadinya?
salah satu buku yang pernah saya baca tertulis seperti ini
” Saat kita gagal merencanakan, sejatinya kita sedang merencanakan kegagalan”
Yuk Rencanakan hidup kita mau kemana
Salam Naik Kelas and see you on the top
www.baliyogamaster.com

Keberlimpahan adalah Ramalan masa depan dunia

Perenungan di jalan Mahatma gandi

Perenungan yg begitu dalam setelah diskusi masa depan antara hati dan pikiran.

Di kupas dari salah satu bukunya Peter Diamandis:
Abundance: The Future is Better
tentang ulasan ilmiah bagaimana ini semua sedang terjadi sekarang, dan akan berjalan lebih massif lagi.

bagaimana mengubah pola pikir dan strategi bisnis dari serba ingin bersaing (scarcity mentality) menjadi serba ingin berkreasi tanpa mengganggu siapapun

Kali ini Eranya “Disruption”, tapi bagaimana caranya kita move on dan fokus Persiapan Menyongsong Era “Abundance”.

Salah satu teman hebat bilang
“kalau anda ingin jadi pemain bola yg baik, cukup arahkan pandangan mata kearah bolanya. Tapi kalau anda ingin jadi pemain bola HEBAT, arahkan mata dan permainan anda ke arah dimana bola AKAN MENUJU”.

Era “DISRUPTION” adalah dimana bolanya SEKARANG. Era “ABUNDANCE” adalah kemana bolanya AKAN MENUJU.

Kalau kita masih juga membahas wacana dan menghabiskan waktu kita bicara era disruption, kita akan jadi pemain yg baik. Tapi kalau kita menginginkan jadi pemain yg sukses besar (hebat), kita harus arahkan energi pikiran dan ikhtiar anda untuk menyongsong era abundance.

Biar jelas, kita bahas dulu, apa yg dimaksud dengan era
disruption (gangguan)
vs
era abundance (keberlimpahan).

Ini berawal dari seorang manusia hebat ( bilang aja begitu karena lupa siapa itu ) Di tahun 1999 beliau menulis buku “The Age of Spiritual Machines” dan mengeluarkan thesis tentang “The Law of Accelerating Return“.

Menurut penelitian beliau, Law of Moore tidak hanya berlaku dalam 50 tahun terakhir, tapi polanya telah hadir sejak 120 tahun terakhir, di mana teknologi bergerak secara eksponensial. Artinya, kecepatan prosesor komputer, daya tampung hard disk, dan segala hal yg disentuh keajaiban teknologi informasi, berlipat dua setiap 18 bulan, atau jadi lebih murah setengahnya.

Maka itu sebabnya, gabungan teknologi yg ada di HP kita sekarang ini, harganya 1/10.000 dari 25 tahun lalu, dimana saat itu total harganya sekitar 1 juta dolar = Rp. 13 Milyar (karena di situ ada GPS, gyroscope, mesin fax, video recorder, radio, TV, kamera foto, ensiklopedi, kamus, telepon, scannner. dll).

Orang ini, membuktikan bahwa kemajuan teknologi secara eksponensial ini melalui 6 tahapan, yg beliau sebut dengan

6D of Exponential Growth“, yaitu:

1. Digitalization (Transformasi dari analog menuju digital di hampir semua sektor)

2. Deception (Banyak orang terlena karena awalnya kelihatan pelan dan cuman riak2 kecil, sampai pertumbuhan eksponensialnya menyentuh “knee of the curve” alias “titik lejit”)

3. Disruption (Titik lejit menjadi reaksi atom yg mengguncang kemapanan. Ini yg sedang kita ributkan sekarang dan bikin banyak orang dan perusahaan panik. Tapi ini hanya fase transisi menuju 3D terakhir)

4. Dematerialization (semua produk kehilangan wadah fisik untuk ditransfer di “Cloud” alias awan digital tak bertepi.

5. Demonetization (Di dalam “awan digital” tempat menyimpan segala hal itu hampir semua biaya jadi turun drastis. Buku, musik, film, ilmu, informasi, komunikasi, dll tiba2 jadi membludak volumenya, dan makin lama makin murah harganya)

6. Democratization (Pada puncaknya, karena semua serba berkelimpahan dan berbiaya minimal sekali, maka terjadilah era “Abundance” atau disebut “Free Economy” dan “Sharing Economy”.

Sebenarnya kita sudah merasakan icip-icip dari Free Economy ini: Kirim surat gratis (email), telpon interlokal gratis (WA call), ada sekolah gratis (khannacademy), kuliah gratis (coursera), Buku gratis (pdfdrive.net), film dan musik gratis (youtube), rekaman ceramah, seminar dan training gratis (youtube), disain gratis (canva),main game gratis (anak saya yg tahu ini), kumpul2 ngobrol bareng 50 orang dari segala penjuru dunia gratis (zoom ) , Penginapan gratis (couchsurging), dll.

Dan kegratisan (atau minimal harga murah sekali sehingga terjangkau untuk semua orang) ini makin lama akan makin masif, karena akan menular ke segala bidang yg lain, terutama energy, air, makanan, barang2, transportasi dan kesehatan.

Diperkirakan Free Economy akan hampir meliputi segala hal saat terjadi yg disebut era “Singularity”, Yaitu saat Kecepatan processing komputer seharga 1000 dolar sudah menyamai kemampuan prosessing otak manusia. Makalan seru iii ( meriinding )

Saat itu terjadi, jenis pekerjaan yg ada saat itu 65% belum kita jumpai sekarang. Robot dan komputer mengambil alih 50% pekerjaan otot dan otak manusia. Maka manusia jadi bisa fokus ke pekerjaan2 yg lebih bermartabat yg menggunakan “advanced brain” (kreatifitas, dll) beserta “hati dan jiwa” (kecerdasan emosi, sosial, spiritual) yg tidak dimiliki robot & komputer Atau dengan menggunakan “teknopati”, ( hahah contoh saja ) kemampuan otak kreatif kita bisa kita bikin merger dengan kemampuan super komputer yg terhubung langsung ke otak
Berhayal….

Bayangkan ketika hampir semua serba murah dan terjangkau, 50% pekerjaan dilakukan robot & komputer, dan Dunia dipenuhi orang2 yg “The Have dan Super Have”, tidak ada lagi yg “The Have Not”, kira2 anda masih “Takut Terdisrupsi” atau Semangat dan Optimis?

Bahkan kalaupun perusahaan dan pekerjaan kita saat ini sedang, atau akan tergulung habis oleh para disruptor, mestinya kita tidak perlu pesimis, takut atau marah. Mestinya kita bahagia karena revolusi teknologi ini astungkara akan berakhir indah. Dan pekerjaan kita yg hilang itu cuman sebuah pertanda bahwa kita harus segera punya keahlian baru, kreativitas dan pekerjaan baru yg matching dengan kebutuhan zaman.

Era disrupsi yg penuh gejolak ini adalah era transisi yg harus diterima dengan semangat dan optimisme, sebelum kita masuk era abundance. Nah pertanyaan paling pentingnya sekarang:

1. Peluang apa aja yg akan hadir di era Abundance?

Kemampuan menangkap peluang ini akan menentukan kita akan menjadi The Have atau Super Have (tenang, tidak akan ada yg jadi “The Have Not” yg kelaparan atau kurang sandang, pangan, papan).

2. Apa saja yg perlu kita persiapkan untuk menangkap peluang2 dahsyat ini?.

Siapkan diri, keluarga dan perusahaan kita saat era itu belum datang. Jangan baru siap2 saat dia sudah datang (seperti kasus demam “era disruption” saat ini hehe). Belajarlah berenang sebelum banjirnya datang.

3. Apa saja efek samping yg akan terjadi, dan bagaimana kita mengatasinya bersama2?

Tentu saja seperti segala hal baik yg lain, kita tidak boleh tutup mata bahwa akan ada efek samping yg perlu kita antisipasi. Tapi tidak perlu khawatir berlebihan, kita sebagai umat manusia sebagai mahluk spiritual selalu berhasil mengatasi tantangan setiap zamannya masing2.

Mari kita diskusikan di tulisan2 berikutnya, karena saya tahu di jaman NOW ini, kita males baca tulisan2 yg panjang.

Mari tebarkan Optimisme, sahabatku…
Pastikan tetap selaras
Mind-Set (pola pikir) dan Heart-Set (suasana batin) saatnya kita fokus ke Disruption Vs Abundance.

Salam berkelimpahan

Jayeng saputra

The Art Of Tea

Kehidupan sesungguhnya hanya pemberentian sementara untuk meminum teh.

Minum teh menjadi kehindahan jika kita menikmatinya dengan penuh rasa syukur di pagi hari bersamaan dengan matahari terbit

Tidak heran klo di jepang ada budaya minum teh “The art of Tea”

Hidup penuh dengan persimpangan, penuh dengan pilihan pilihan.
Diantara pilihan menentukan kemana manusia akan pergi setelah mati

Jadi berhati-hati memilih apa yg anda hadapi.
Karena begini keadaanya banyak guru dari timur menyarankan muridnya untuk hidup penuh dengan kesadaran, sehingga salah satu muridnya tercerahkan dengan sebuah kalimat ” happinese is choise. Bahkan kebahagianpun adalah sebuah pilihan.

Tapi ingat saat kita memikirkan hanya kebahagian kita sendiri itu akan berujung banyak penderitaan, jadi mari kita mulai memikirkan kebahagian keluarga kita, sahabat2 kita, lingkungan dan mahluk hidup yg lain. Dan energi semesta akan memberikan kita ” ultimate happinese” kebahagian tanpa batas

Semangat pagi
Terimakasih sang semesta

Ceo jaensspa.com

Tersenyum adalah Vitamin Jiwa

Biarkan wajah kita bercerita

“Kurangi mengeluh, banyak tersenyum”, itu obat sederhana yg sering diberikan ke teman-teman yg mukanya rumit sekali. Terutama karena semakin sedikit seseorang mengeluh, semakin sedikit racun kejiwaan yg diminum. Semakin banyak tersenyum, semakin banyak vitamin kejiwaan yg diminum. Simpan di dalam hati jiwa-jiwa yg indah: “orang-orang yg mengeluh sesungguhnya sedang bercerita kalau dirinya jadi korban dalam kehidupan, orang-orsng yg tersenyum sedang bercerita kalau dirinya sedang jadi tuan dalam kehidupan”

Semangat pagi para jiwa yang tercerahkan

Jayengsaputra

Ceo jaensspa.com