Pagi yang mengagetkan

Sarapan Bubur murah di Bali

Good morning Indonesia

Terbiasa jalan pagi dan selalu sarapan tepat waktu jam 7.30am dari istriku tercinta, tapi kali ini ada yg berbeda karena dia ikut jalan bareng, jadi nyoba hal baru dari seorang nenek yg setiap pagi jualan “bubur toge”

mungkin beberapa dari anda pernah mengeluh soal harga makanan yang terus menerus naik dan terlalu sering untuk pergi keluar cari makan. Sama saya juga pernah seperti itu, saat belum mengenal hukum timbal balik alam semesta. Tapi kali ini berbeda halnya, dengan rasa syukur melalui pikiran yg penuh dengan kepositifan ini, alam semesta memberikan timbal balik yang sama! Pagi2 Mendapat sarapan enak dengan harga yang pastinya membuat anda terkejut dan sulit anda temukan di tempat lain, apalagi dizaman yang seperti sekarang ini. Dizaman dimana profit menjadi sebuah orientasi utama setiap orang menjalankan bisnisnya.

Namun, apa yg saya dapatkan pagi ini adalah berkah alam semesta yang selalu berdampingan antara yin yang, rwa binedha, gelap terang, mahal murah… dkk

dengan selalu menerapkan ilmu dari guru besar saya Tung Desem Waringin ” ilmu memberi arti” yess pagi ini sy penuh syukur!

Ilmu dimana untuk hidup sehat, kaya, perut kenyang dan berkelimpahan tidak harus mahal.

Mungkin orang berpikir ajak istri jalan akan membuat sarapan agak kesiangan, but nope. Justru sarapan pagi ini tetap di waktu yg tepat dengan cost yg super duper murah dan sehat.

Yess.. Sangat sangat murah! Saking murahnya sampai-sampai harganya sama dengan selembar uang yg anda masukan ke dalam toilet umum saat anda kencing.
Selembar uang yang anda berikan ke tukang parkir saat memarkirkan mobil mewah anda.

Pagi yang penuh syukur dan berkelimpahan
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih
Yesss….!!!

#sarapanhanya2000

Rumah Sakit Adalah Rumah Tuhan

Pemahaman dalam menyadari diri sebagai makluk spiritual yakini dulu baru anda bisa merasakannya. Berbeda dengan ilmu logika, anda lihat dan rasakan dulu baru yakin. Sehingga orang yang melakukan perenungan tanpa menganalis, menilai dan menghakimi akan lebih mudah mencapai kedamaian dan keheningan”

“Kesakitan dan kesedihan adalah Guru yang menyamar. Demikian pun hari ini sy menyaksikan jiwa jiwa yang menjerit keluar masuk dalam UGD akhirnya membuat saya memutuskan duduk merenungi sebuah arti dari semua ini, karena saya tidak dalam keadaan yang lagi sakit disini.

Saya mulai meyakini bahwa rasa sakit dan kedukaan akan mengantarkan kita pada pelajaran hidup. Sampah diubah menjadi bunga oleh tanah. Yang datang menuju pencerahan adalah mereka yang dipanggil oleh rasa sakit bahkan Kehampaan dan kesepian jiwa menjadi menjadi cara tuhan menggunakan tubuh untuk berkomunikasi dengan sang jiwa. Teringat dengan bunga teratai, walaupun ia tumbuh pada lumpur sekalipun ia tidak dibasahi air. Ia pun tidak pernah menilai lumpur atau pun air jernih. Teratai selalu tersenyum memberi keindahan bunga pada alam.

Bagi orang kebanyakan, tempat suci adalah rumah Tuhan
Bagi saya hari ini melihat, rumah sakit adalah rumah Tuhan
Di sinilah jiwa-jiwa secara dalam memanggil Tuhan

Rasa sakitlah yang membimbing mereka mencari Tuhan
Rasa sakitlah yang membuat kaki melangkah menuju Tuhan
Rasa sakitlah yang membuat tangan mau menyalami Tuhan
Rasa sakitlah yang membuat air mata menyebut nama Tuhan
Rasa sakitlah yang membuat dada mau mendekap Tuhan
Rasa sakitlah yang membuat jiwa rindu akan Tuhan
Rasa sakitlah yang membuat hati mengetuk pintu Tuhan

Keluarga, anak-anak dan kerabat hanyalah penenang hati dan pikiran saat kita mengadapi proses panggilan ini. Sementara yang dibutuhkan saat ini adalah keterhubungan Sang jiwa dengan tuhanya.

Sahabatku mari kita merenungkan dari sekarang komunikasi yang seperti apa yg mau kita bangun antara tubuh, pikiran dan jiwa kita.

Semoga penderitaan selalu bisa dipahami sebagai panggilan kasih tuhan.

Salah shanti

Semoga semua mahluk berbahagia.

Nb : photo ini adalah paman saya sendiri, mohon doa restunya biar cepat di sembuhkan dari penyakitnya.