Cara ampuh motivasi kariawan dengan mengenal “5 level Kariawan”

Team Jaens Spa Ubud

Mengembangkan bisnis tidak harus selalu dilakukan melalui perubahan strategi. Sebaiknya mulailah dari pembenahan kondisi internal perusahaan. Sudahkah karyawan Anda mengarahkan usaha maksimal selama bekerja? Jika jawabannya adalah belum, mungkin sebetulnya yang mereka butuhkan adalah motivasi kerja.

Ya, tak perlu hal-hal muluk untuk meningkatkan performa para karyawan. Hal sesimpel motivasi dalam bekerja sudah dapat membantu Anda untuk mengembangkan bisnis. Contoh Hal sederhanaya adalah bisa dengan membuatkan sebuah KPI ( indikator ) dalam bentuk leveling inisiatif kariawan.

Masih tidak percaya? Simak penjelasan lebih lanjut tentang 5 level kariawan, dan segera jelaskan setiap level beserta konsekuensi ( reward vs punishment ) bagi masa depan dirinya sendiri ataupun perusahaan, jika mereka tidak mengusahakan kenaikan level.

Level 1 :
Orang selalu menunggu untuk di suruh, pada level ini bisa terjadi kepada siapa saja karena :
1. Belum ditraining
2. Belum berpengalaman
sebagai contoh, karyawan baru yang baru lulus dari sekolah, tentunya belum memiliki keberanian untuk melakukan pekerjaan apabila belum ditraining dan belum berpengalaman
namun …. setelah diberikan training dan sudah memiliki pengalaman bekerja … let say 2 minggu, orang tersebut pasti akan mulai meningkat level inisiatifnya
apabila dalam kurun waktu yang lama orang tersebut masih menunggu untuk disuruh, maka orang tersebut memang memilih untuk menjadi PESURUH

Level 2 :
“Orang yang menanyakan pekerjaan”
karena sudah ditraining dan memiliki pengalaman maka orang tersebut akan lebih cepat menyelesaikan pekerjaan. Dan setelah menyelesaikan pekerjaan dia akan bertanya kepada atasan “Pak/Bu … apa yang bisa saya kerjakan lagi ?karena pekerjaan saya sudah selesai”
apabila karyawan tersebut sudah terbia di level 2, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman dia akan malu untuk bertanya terus tentang pekerjaan dan apabila dedikasi kerjanya bagus maka orang tersebut akan naik ke level berikutnya.

Level 3,
“Merekomendasikan Pekerjaan”
di level ini karyawan sudah malu untuk menanyakan pekerjaan dan dia berusaha untuk merekomendasikan pekerjaan … “Pak/Bu, pekerjaan saya sudah selesai, tolong diverifikasi apakah sudah betul ataua belum? Kalau belum betul, saya akan perbaiki lagi, kalo sudah betul, boleh saya kerjakan pekerjaan lainnya?”
pada level 3 tersebut, karyawan mulai mengetahui :
1. Bagaimana mengerjakan pekerjaan dengan benar dan hasil bagaimana yang benar
2 Bagaimana mengerjakan pekerjaan yang hasilnya kurang benar
seiring dengan berjalannya waktu …. karyawan tersebut akan naik pada level selanjutnya.

Level 4
“Melakukan pekerjaan tanpa disuruh dan melaporkan hasil pekerjaannya SEGERA”
pada level ini … seseorang sudah bisa melakukan pekerjaan tanpa disuruh karena sudah mengetahui cara melakukan pekerjaan dengan benar dan dengan hasil yang benar
NAMUN banyak orang yang meniliai level ini adalah level CARMUK
level Cari Muka … sehingga orang enggan berada di level ini
untuk itu perlu diberikan pemahaman tentang perbedaan anatar alevel 4 dan cari muka
di level ini biasanya seseorang sudah siap untuk dijadikan supervisor
di level selanjutnya adalah …

Level 5
Melakukan pekerjaan tanpa disuruhdan melaporkan hasilnya secara RUTIN_*
pada level ini seseorang sudah siap untuk dijadikan manager
level inisiatif ini bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari termasuk untuk membantu anak-anak mebiasakan diri di level tertinggi

Nah itu dia 5 level kariawan yang penting di ketahui, semoga bermanfaat.

Inspirator
pak Anton Kurniawan TDA pengusaha kuliner, pemilik nasihuhhah dan Sambal Lendeees

Salam scale up
Jayeng Saputra
www.jayengsaputra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *