Biography

Biography Jayeng SaputraMereka memangil saya Bli Jayeng, saya terlahir di Bali Utara tepatnya Desa Bondalem Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng pada 1 Desember 1988. Karena percintaan yang begitu dalam dengan seorang wanita mengharuskan untuk menikah di usia yang tergolong sangat muda yaitu 21 tahun. Astungkara sampai hari ini sudah dikaruniai 2 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, WOW…keren bukan….!!

Saya memulai dunia berdagang dari sangat kecil, 1998 masih ingat sekali mulai sejak mengunakan celana merah dan baju putih! bisa membayangkan? saat itu dengan semangat berjualan es lilin keliling kampung siang harinya dan jualan lumpia di sore harinya. Duduk dibangku SMP N 4 Tejakula mulai punya mimpi bagaimana menghasilkan uang tanpa repot, nah munculah ide merayu orang tua untuk beli 1pcs  Play Station 1 dan saya sewakan dari hasil penyewaan itu 3th berjalan bisa membiayai sekolah diri  sendiri dan memiliki 6pcs Play station 2.  PS Rental Disewakan 3000/jam dengan rata-rata perhari terpakai 6 – 8 kali, nah silakan di hitung sendiri berapa pengasilan saya waktu itu perbulan. hahaha….. dasyat pokoknya!!

Tabungan demi tabungan saya kumpulkan untuk perencanaan saya melanjutkan sekolah favorite  SMA LAB disingaraja, tapi ternyata nasib berkata lain dan membatalkan semua itu.  Nilai UN saya jeblok karena tiap hari harus begadang ngurusin rental PS. hemm…tahun 2003 SMA Udayana Tejakula menjadi pilihan satu-satunya yang mau menerima nilai jeblok itu. saat itu sekolah ini bahkan di kenal dengan sebutan sekolah kandang ayam… Sedih!  tapi ngak apa-apa saya tetap fokus dengan ide-ide kreatif dalam proses menciptakan pohon penghasil uang.

Ide barupun muncul dengan the power of kepepet, saya melihat masalah besar di masyarakat, banyak orang perlu hiburan salah satunya dengan mereka dapatkan lewat media televisi  tapi siaranya hanya TVRI dan untuk siaran yang lain memerlukan sistem tambahan yaitu Parabola sementara banyak dari mereka belum bisa beli parabola ( What is the Problem ) untuk beli parabola harganya masih berkisar 1,8Jt MAHAL…!! Nah karena PS rental mulai sepi peminat menjadikan alasan lebih kuat saya jual semua PS dan uangnya saya belikan alat-alat parabola untuk membuat sistem TV cable. walaupun layananya hanya tv lokal kurang lebih 12 siaran tapi sistem ini berkembang pesat dan laku keras di masyarakat Desa Sembiran bawah dan Pacung (Who has the problem) dengan jumlah pelanggan 350 KK .  Untuk berlangganan masyarakat setempat hanya perlu membayar uang pasang Rp 200,000 sekali dan Rp 10.000/bulan MURAH. ( The solution ).

selama 3th berjalan ternyata sama, bisnis banyak problem, masalah sana sini, pelanggan marah-marah karena siaranya hanya hujan deras, kable diputus, sistem mulai rusak-rusakan dan faktor yang paling mempengaruhi harga parabola turun sampai  50%. wow…!! ( see the factor impact to the bussiness )  singkat cerita 2008 lulus SMA dengan nilai sangat buruk, TV kable harus di close, tidak punya uang untuk melanjukan kuliah, dan Orang tua jatuh sakit sangat parah.

nah…!!

bersambung..

 

Salam Naik Kelas

https://www.jayengsaputra.com