Mari sebarkan gerakan SUKSMA BALI? Dan tobat dari ini…!! Iss… JOROK!!

Selain kebersihan sampah plastik yg menjadi topik paling hangat belakangan ini ada satu hal yg perlu diangkat, selain itu, bahkah sangat perlu, urgent dan harus!!

Manusia Bali, pemimpin Bali, masyarakat Bali bisa di katakan orang rajin, sebagai orang yang menghargai kesehatan, sebagai orang pemalas, sebagai orang jorok, atau sebagainya. Hal itu bisa di deteksi dari kamar mandi atau toilet yang ada di daerah-daerah wisata, di akomodasi bahkan di rumah masing-masing.

Ketika orang luar berkunjung ke kerumah kita, ke pulau Bali kita yg tercinta, pulau yg di nobatkan sebagai pulau dewata, pulau yg telah mendapatkan penghargaan #1 di dunia versi tripadvisor bahkan mengalahkan kota Paris dan London sudah pasti mereka akan dapat kesempatan untuk memakai toilet kita, mereka ( sumber devisa terbesar indonesia di sektor pariwisata ) tersebut akan menyempatkan minta Izin ke kamar mandi atau toilet untuk buang air kecil, buang air besar, atau sekedar cuci muka.

Jumlah mereka datang setiap bulannya mencapai ( wisman ) 555.903 orang versi Bps pada bulan september 2018
Dan ( domestik) 939.048 orang Desember tahun lalu. Kurang lebih 1.5jt orang/bulan

Nah, saat mereka tersebut memasuki kamar mandi atau toilet kita, yang pertama kali meraka lihat adalah kebersihannya, aromanya, kerapihannya, bentuk kamar mandinya, isi kamar mandinya, dan lain-lain.

Usai dari kamar mandi, orang itu pasti akan berpikir ‘ooooh kamar mandinya bersih, wangi pantesan…, oo cocok no 1#…, bahkan klo ke rumah pribadi kita ini salah satu penilaian ke karakter dasar penghuni apakah kita orangnya cinta kebersihan, rajin, dan rapi.

Begitu juga sebaliknya, jika kondisi toiletnya kotor, pasti mereka berpikiran ‘iiiih jorok, gini kok dapat top destination, pimpinanya kemana aja, managementnya pasti juga jorok manusia disini malas bersih-bersih”, dll bahkan ini bisa menjadi isu sangat jelek bagi kewibawaan dan hospitality Bali kita yg tercinta.

Pengalaman saya mengunjungi beberapa negara belakangan ini perlu juga saya sharing lewat tulisan ini. Kamar mandi mereka disana selalu wangi, bersih, kering, ada hiasan2 kecil yang terpelihara, peralatan kamar mandinya bagus, lampunya terang, bunga, dll.

Jadi, kita benar-benar kalah jauh sama mereka di bidang ini padahal ini salah satu poin utama sebuah objek pariwisata.

Benar dan boleh kita merasa bangga karena memiliki kelebihan atas keramah tamahan kita, budaya , kesenian, ketuhanan kita dll.

But, Saudaraku, para pemimpinku mari kita sadarkan diri kita, malulah kita, kebersihan toilet kita sangat parah didimana-mana bahkan beberapa objek wisata tidak memiliki toilet.

Perasaan ini sudah begitu lama terpendam dalam, dan tidak tau harus mengajak siapa lagi mengobrolkan hal ini, kekecewaan ini begitu dalam baik kepada diri sendiri, orang bali dan pemimpin Bali. Dimana saya sebagai pekerja pariwisata tidak memiliki jawaban saat salah satu dari mereka memberikan pertanyaan?

“Why most of the toilet some area in Bali is too dirty?”

Bisa bantu saudaraku jawab?
Adakah saudaraku yang pernah mendapatkan pertanyaan yang serupa?
Pernahkan saudaraku merasakan pengalaman yang serupa?

Dengan tulisan ini sangat berharap sampai ke pada para pemimpin Bali, para pemikir, organisasi-organisasi cinta Bali, Desa adat, Banjar-Banjar dll

Berharap banyak orang bisa membaca, tersadarkan dengan tulisan ini, salah satu cara menyampaikan rasa SUKSMA BALI. Ya.. minimal kamar mandi/toilet dirumahnya sendiri dijaga kebersihnya.

Mohon di share jika pesan ini serasa, sepandangan, sepemikiran dengan apa yang ada di batin dan pikiran saudara-saudara.

Salam sehat
Jayeng saputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *